Granat di PUBG: Smoke, Frag, dan Molotov yang Efektif – Halo Sobat Seaborne freight! Banyak pemain di PUBG: Battlegrounds terlalu fokus pada senjata utama, padahal utility sering menjadi pembeda di momen krusial—terutama mid hingga late game. Granat bukan pelengkap. Ia adalah alat kontrol ruang, alat tekanan psikologis, dan alat manipulasi tempo permainan.
Jika Anda jarang menang duel di late game, bisa jadi masalahnya bukan di aim, melainkan di manajemen utility.
Mari kita bedah tiga granat utama: Smoke, Frag, dan Molotov—serta bagaimana menggunakannya secara efektif.
1. Smoke Grenade: Alat Kontrol Visual, Bukan Sekadar Penutup
Smoke adalah utility paling fleksibel di PUBG. Namun banyak pemain salah menggunakannya.
Fungsi Utama Smoke
- Menutup rotasi di area terbuka
- Melindungi revive
- Mengaburkan line of sight sniper
- Membuat “tembok sementara” untuk reposition
Kesalahan Umum
- Melempar smoke tepat di badan sendiri saat revive
- Membuat smoke terlalu tipis (hanya satu lemparan di open field)
- Tidak mempertimbangkan arah angin visual dan sudut musuh
Smoke yang baik bukan dilempar di posisi Anda berdiri, tetapi di antara Anda dan musuh. Tujuannya memutus pandangan, bukan sekadar menyelimuti diri sendiri.
Strategi Advanced
Di late game open field, buat rantai smoke (2–3 lemparan bertahap) agar rotasi Anda punya jalur aman berlapis. Jangan tunggu HP kritis untuk mulai melempar.
2. Frag Grenade: Alat Eksekusi dan Pembersih Cover
Frag grenade adalah alat paling mematikan dalam kategori throwable. Dalam situasi tertentu, ia bahkan lebih efektif daripada duel langsung.
Fungsi Utama Frag
- Menghancurkan musuh di balik cover
- Menghentikan revive
- Memaksa musuh keluar dari posisi kuat
- Membuka fight tanpa mengekspos diri
Kesalahan Umum
- Tidak melakukan cook (menarik pin terlalu cepat atau terlalu lama)
- Melempar tanpa informasi posisi pasti
- Mengandalkan lemparan instan tanpa timing
Frag efektif jika Anda:
- Tahu posisi musuh secara presisi
- Mengatur timing ledakan
- Menggunakan sudut lempar yang tidak mudah dibaca
Frag yang dilempar dengan cook 3–4 detik bisa meledak tepat saat mendarat, memberi hampir nol waktu reaksi bagi lawan.
Strategi Psikologis
Kadang frag tidak harus mengenai musuh. Lemparan yang baik bisa memaksa mereka keluar dari cover—memberi Anda kesempatan spray saat mereka bergerak.
3. Molotov: Senjata Kontrol Area dan Penekan Gerakan
Molotov sering diremehkan karena tidak memberikan ledakan instan. Padahal dalam compound fight atau late game sempit, molotov sangat kuat.
Fungsi Utama Molotov
- Menutup pintu dan tangga
- Menghentikan revive di ruangan
- Memaksa musuh keluar dari bangunan
- Mengontrol choke point
Molotov bukan alat damage besar, melainkan alat denial area.
Kesalahan Umum
- Melempar terlalu dekat sehingga memblokir jalur tim sendiri
- Menggunakan molotov di area terbuka luas
- Tidak memanfaatkan efek suara dan tekanan mentalnya
Dalam fight indoor, molotov bisa mengubah 1v2 menjadi 1v1 karena memecah posisi musuh.
4. Kombinasi Granat yang Efektif
Granat menjadi jauh lebih kuat jika digunakan beruntun.
Contoh kombinasi:
- Smoke → Rotasi mendekat → Frag untuk eksekusi
- Frag memaksa musuh keluar → Spray finishing
- Molotov blok pintu → Frag ke jendela
Bermain utility bukan soal satu lemparan, melainkan rangkaian tekanan.
5. Prioritas Membawa Utility
Banyak pemain mengisi tas dengan peluru berlebihan, tetapi hanya membawa 1 smoke.
Idealnya untuk mid-late game:
- 2–3 smoke minimum
- 1–2 frag
- 1 molotov (situasional)
Di late game open field, smoke jauh lebih bernilai daripada 100 peluru tambahan.
6. Perbedaan Penggunaan di Solo vs Squad
Mode Solo
- Frag lebih bernilai untuk instant kill
- Smoke untuk reposition cepat
- Molotov untuk deny revive musuh tunggal
Mode Squad
- Smoke sangat krusial untuk revive
- Utility digunakan secara terkoordinasi
- Granat bisa digunakan untuk split formasi lawan
Dalam Squad, utility yang sinkron bisa mengalahkan tim dengan aim lebih baik.
7. Kesalahan Strategis yang Sering Terjadi
- Mati dengan tas penuh granat yang tidak pernah digunakan
- Melempar smoke terlalu awal sebelum rotasi siap
- Mengandalkan duel langsung padahal posisi lawan lebih kuat
- Tidak mengganti granat di tangan saat momen krusial
Utility adalah sumber daya. Jika tidak digunakan, itu pemborosan taktis.
8. Kapan Tidak Menggunakan Granat?
Granat bukan solusi untuk semua situasi.
Jangan gunakan jika:
- Posisi Anda sudah superior
- Melempar granat membuka posisi Anda
- Musuh terlalu jauh untuk jangkauan efektif
Kadang keputusan terbaik adalah menahan granat untuk momen lebih penting.
Kesimpulan
Smoke, frag, dan molotov bukan sekadar tambahan dalam PUBG. Mereka adalah alat kontrol permainan. Smoke mengatur visibilitas, frag mengatur tekanan dan eksekusi, molotov mengatur ruang gerak musuh.
Pemain yang menguasai utility sering menang bukan karena aim lebih cepat, tetapi karena mampu menciptakan kondisi duel yang menguntungkan.
Sekarang pertanyaannya: dalam pertandingan terakhir Anda, berapa granat yang benar-benar digunakan secara strategis, dan berapa yang hanya jadi beban di tas?